Monday, October 31, 2016

Wedges Italia Untuk Trend 2016
Tampil Semakin Cantik dan Elegan


Model Wedges Italia untuk trend sampai akhir musim panas, September 2016 ditampilkan oleh Laura Biagiotti, Angelo Marani dan Max Mara


Sepatu model Wedges Italia untuk trend sepanjang tahun 2016, hanya dihadirkan oleh tiga rumah mode. Meskipun terbatas, model wedges tersebut memiliki penampilan yang stylish. Ini tentu saja bisa dimengerti karena Italia memiliki sejarah fashion yang amat panjang, sehingga fashion menjadi bagian dari tradisi yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Italia.

Seperti halnya pada fashion week yang digelar di New York, London dan Paris, model sepatu yang ditawarkan untuk spring summer dari 21 Maret hingga berakhirnya musim panas 23 September 2016 lebih banyak didominasi oleh model chunky, aplikasi chunky dengan platform dan jenis sepatu hak datar atau flat yang didesain dengan aplikasi kreatif.

Mengapa model wedges tampil semakin terbatas ?


Dunia fashion selalu menuntut kebaruan secara terus menerus, hal ini mengakibatkan setiap jenis dan model sepatu wanita harus selalu tampil dengan style baru. Setiap style memiliki daur hidup tertentu, kemudian akan digantikan oleh style lainnya yang lebih baru. Sampai pada akhirnya model tersebut berada pada titik jenuh, di saat itulah model tersebut digantikan oleh model dari masa-masa sebelumnya, tentu saja kini dengan style yang baru.

Wedges yang diperkenalkan oleh Ferragamo pada tahun 1936 hingga saat ini telah berusia sekitar 80 tahun. Wedges mengalami masa-masa booming menjelang terjadinya Perang Dunia ke II. Setelah surut selama beberapa tahun, pada tahun 1970-an Wedges kembali berkibar untuk beberapa tahun, lalu surut kembali digeser oleh kehadiran chunky.

Pada tahun 1990-an Wedges kembali populer karena sering dipakai oleh para anggota Spice Girls saat melakukan show.  Karena grup yang terdiri dari para gadis ini menjadi idola remaja seusia mereka, wedges pun akhirnya juga ikut populer kembali dan menjadi trend. Setelah sempat surut beberapa tahun, wedges kembali diminati para penyuka fashion pada tahun 2006. Kali ini kehadirannya sedikit berubah, yakni hak di bagian belakang didesain lebih kecil.

Dengan penampilan lebih stylish tersebut wedges memiliki pangsa pasar lebih luas. Dalam kurun waktu sampai sekitar tahun 2013 wedges tetap bisa mempertahankan pangsa pasarnya diantara kuatnya dominasi high heels. Ketika rivalnya, model chunky mulai masuk kembali ke pasar fashion, tak hanya high heels model stiletto dan model cone tersisih, pangsa pasar wedges juga ikut terpengaruh meskipun tak secara signifikan.

Selama bertahun-tahun wedges telah memiliki segmentasi tersendiri, antara lain disebabkan oleh konstruksi dari bentuk haknya yang unik, wedges dapat tetap mempertahankan pasarnya meski prosentasenya menurun. Hal ini ditandai dengan kehadiran wedges di setiap penyelenggaraan fashion week, setidaknya selama dua tahun terakhir. Tetapi jika diamati secara cermat, wedges mutakhir pada umumnya didesain sangat inovatif sehingga memiliki penampilan yang semakin stylish dan lebih elegan.

Sementara di Indonesia sendiri, untuk wedges dengan hak rendah dan sedang yang didesain dengan style sandal memiliki pasar yang seolah tak tergoyahkan oleh hadirnya model lain. Sangat mungkin karena desain ini memiliki kesamaan dengan selop, yakni alas kaki tradisional yang banyak dipakai di beberapa daerah di Indonesia. Selain itu wedges yang diaplikasikan dengan selop bisa dipakai sebagai padupadan busana tradisonal tanpa menimbulkan kesan mengubah pakem yang ada, justru bisa membuat penampilan menjadi lebih stylish.

Perkembangan model Wedges 2016 di kalangan fashion Italia

Di Italia, tepatnya Milan sebagai tempat penyelenggaraan fashion week untuk trend fall-winter atau musim semi hingga musim dingin yang berakhir pada bulan Maret 2016, sepatu model wedges ditampilkan oleh empat brand yang identik dengan Italia, yakni Salvatore Ferragamo, Fendi,  Marni dan Max Mara. Sesuai dengan kebutuhan pemakainya di musim dingin, umumnya wedges yang tampil diaplikasikan dengan model booties.

Untuk wedges trend 2016 yang berlaku hampir sepanjang tahun karena musim panas atau summer akan berakhir pada bulan September 2016, tercatat tiga rumah mode yang menghadirkan model wedges pada Milan Fashion Week Spring Summer 2016. Mereka adalah Laura Biagiotti, Angelo Marani dan Max Mara. Sementara Salvatore Ferragamo yang dikenal sebagai penemu sepatu wanita model wedges justru menampilkan model chunky yang saat ini memang mulai populer.

Ketiga rumah mode tersebut menampilkan wedges dengan aplikasi dan style berbeda-beda, semuanya dihadirkan sebagai wedges dengan penampilan baru meskipun model sepatu hak tunggal ini sudah pernah didesain sampai jutaan kali oleh para desainer lainnya. High heels dengan hak tunggal ini seolah-olah menyimpan ide dan kreativitas yang tak pernah habis.

Wedges trend 2016 Laura Biagiotti

Dalam fashion week yang menampilkan desain sepatu untuk trend 2016, diantaranya model wedges, Laura Biagiotti memilih thema naturalistik. Catwalk untuk peragaan perangkat fashionnya dilatarbelakangi oleh kehijauan tumbuh-tumbuhan diselingi bunga-bunga berwarna putih. Busana dan perangkat fashion yang ditampilkan para model pun menjadi terkesan lebih feminin dan alami.

Peragaan tersebut tak bisa dilepaskan dari peran direktur kreatif, Lavinia Biagiotti Cigna yang tak lain adalah putri Laura. Harapan Laura agar sang putri bisa menjadi penerusnya nampaknya akan bisa terpenuhi. Bahkan sangat mungkin untuk mengembangkan lebih luas rumah mode yang awalnya dirintis Laura beserta suaminya di Florence sejak tahun 1965, karena Lavinia juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan hasil pengerjaan perangkat fashion secara halus dan sangat feminin sebagai ciri khas Laura Biagiotti yang sudah diakui oleh kalangan dunia fashion internasional.



Jika pada musim sebelumnya Laura Biagiotti lebih banyak menampilkan chunky high heels dan kerabat dekatnya, block heels, dalam berbagai model yang diaplikasikan dengan style booties sesuai dengan penggunaannya untuk musim dingin, beberapa diantaranya juga masih menampilkan stiletto high heels yang secara umum juga tetap dipertahankan oleh para desainer, maka kali ini Laura menampilkan sepatu wanita model wedges.

Platform wedges yang ditampilkan Laura kali ini pada prinsipnya memang seperti layaknya wedges yang secara umum sudah dikenal. Bedanya, konstruksi platform didesain hanya sampai pertengahan telapak kaki, untuk bagian depan merupakan kelanjutan dari outsole yang disatukan dengan midsole dan insole sekaligus. Sehingga penampilannya menjadi berbeda dari wedges pada umumnya, platform wedges yang cenderung terkesan sebagai “ganjal kaki” menjadi hilang sama sekali karena berubah menjadi lebih stylish dan sangat cantik.

Wedges dengan konstruksi yang berbeda ini kemudian ditampilkan dalam berbagai aplikasi style, material dan warna. Diantaranya yang paling menarik adalah wedges hitam bernuansa klasik dan wedges warna keemasan yang memancarkan pesona aristokrat.

Model Wedges Italia Trend 2016
Wedges Laura Biagiotti yang didesain tanpa platform depan

Model Wedges Italia Trend 2016
Dengan warna emas Wedges ini tampil elegan dan aristokratis

Diaplikasi dengan dua strap lebar yang terhubung strap kecil vertikal mengadopsi style T-bar sampai ke pergelangan kaki lalu diantara lipatannya diselipkan tali yang difungsi sebagai ankle strap. Agaknya, tali yang cukup panjang sehingga perlu dilingkarkan ke pergelangan kaki beberapa kali ini sengaja diadopsi dari style flat lace-up yang saat ini memang sedang menjadi trend.

Sementara wedgesnya yang lain, masih dengan konstruksi yang sama tapi didesain dengan style peep toe dan diaplikasi dengan model sling back. Sama halnya dengan penampilan sebelumnya, pada sambungan slingback tidak dikaitkan dengan cara menggunakan elastic strap atau buckle strap seperti pada umumnya, melainkan digantikan dengan tali yang harus dilingkarkan beberapa kali sebelum diikatkan pada pergelangan kaki. Penampilan wedges ini menjadi optimal karena pola warnanya sama persis seperti busana yang diperagakan model. Sebaliknya jika digunakan secara terpisah, efek fashionnya akan berkurang.

Model Wedges Italia Trend 2016
Keunggulan wedges ini karena dukungan pola dan warna yang sama dari busana

Selebihnya adalah wedges dengan model dan aplikasi yang sama, hanya berbeda pada warna untuk memperbanyak pilihan. Di antara sepatu wanita yang ditampilkan Laura untuk trend 2016, diselipkan sepasang sepatu yang hampir mirip model wedges, yakni flat platform. Maka kehadirannya pun menjadi terkesan “bloon” diantara wedges yang didesain dengan penampilan mempesona itu.

Model Wedges Italia Trend 2016
Berbagai pilihan wedges dari Laura Biagiotti
 Wedges bertali dari Angelo Marani




Angelo Marani pada musim sebelumnya memang tidak menampilkan model sepatu yang bisa diandalkan. Untuk sepatu wanita trend 2016 para desainer rumah mode yang memiliki jaringan hingga ke Timur Tengah dan Afrika Selatan ini justru memilih model wedges. Tidak berbeda dengan Laura Biagiotti yang menggunakan platform wedges hanya sampai pertengahan kaki, Marani juga memilih untuk menggunakan model platfotm yang sama.

Model Wedges Italia Trend 2016
Wedges bertali Angelo Marani jauh lebih cantik dibandingkan dengan flat lace-up

Model Wedges Italia Trend 2016
Wedges bertali Angelo Marani yang lebih mirip high knee booties.


Model Wedges Italia Trend 2016
Wedges tersebut kemudian diaplikasi style flat lace-up dengan cara manautkan tali pada strap yang dipasang pada sisi platform. Sementara untuk strap pada pergelangan kaki disambungkan pada quarter yang dibuat memanjang secara vertikal. Kesannya bukan mirip gladiator tetapi lebih mirip dengan booties. Marani mendesain wedges lace-up tersebut dengan tinggi setara ankle booties, untuk ukuran yang lebih tinggi seperti high knee booties tinggal menambah ukuran quarter sesuai yang diinginkan.

Penampilan wedges lace-up ini ternyata jauh lebih stylish dibandingkan dengan flat lace-up yang populer lebih dulu. Jika flat bertali lebih mengingatkan pada penampilan para prajurit Romawi, rangkaian strap pada wedges bertali ala Angelo Marani menghilangkan kesan itu. Sekaligus wedges ini menjadi model alas kaki yang sesuai untuk digunakan pada musim semi dan musim panas 2016 dimana kaki penggunanya memerlukan lebih banyak udara.

Angelo Marani, pengusaha dan perancang busana yang mengembangkan bisnis fashion dibawah bendera Marex, singkatan dari Marani Export dikenal memiliki spesifikasi memadukan rajutan dan sutera dalam busana fashion. Dengan demikian perangkat untuk melengkapi penampilan busana ciptaannya harus dilakukan dengan lebih cermat agar menimbulkan efek sinergis yang memperkokoh identitasnya di dunia fashion internasional.


Max Mara tampilkan wedges konvensional tapi elegan



Max Mara masih tetap konsisten mempertahankan platform wedges dalam koleksi sepatu wanita untuk trend 2016. Jika pada fashion week untuk musim sebelumnya bermain pada upper dengan mengadopsi sepatu model pria, untuk musim semi dan musim panas 2016 rumah mode yang didirikan oleh Achille Maramotti ini tetap memilih platform wedges sebagai koleksi yang diandalkanya untuk trend 2016. Uniknya, wedges tersebut ditampilkan dengan tetap mempertahankan bentuk platform orisinalnya seperti saat pertama kali diciptakan oleh Salvatore Ferragamo.

Model Wedges Italia Trend 2016
Wedges didesain mengadopsi style man shoes
Model Wedges Italia Trend 2016
Carmine yang didesain dari platform wedges dan style Mary Jane

Meskipun tampil dengan bentuk tambun yang memiliki platform berukuran selebar telapak kaki, wedges yang diberinya nama Carmine ini nampak anggun saat diperagakan para model di atas catwalk. Max Mara menampilkan Carmine dalam satu warna yang dominan, hitam dan putih. Model sepatu ini memang layak menjadi andalan Max Mara karena penampilannya memang sangat mengesankan..

Model Wedges Italia Trend 2016
Kedua model wedges ini menggunakan platform konvensional

Carmine didesain dengan sole dari karet untuk menyerap hentakan langkah kaki penggunanya, platform setinggi 11 centimeter dan bagian upper dibuat dari bahan kulit kambing dengan sedikit perbedaan warna yang dibatasi warna maron. Untuk mengikatkan kaki penggunanya, wedges ini mengadopsi style Mary Jane yang dikenal memiliki fungsi sangat efisien dan fleksibilitas dalam pengaturan kenyamanan penggunaannya.

Bagian upper dari wedges MaxMara lainnya diaplikasi dengan style man shoes, pilihan aplikasi ini tidak berbeda dengan wedges yang ditampilkan pada musim sebelumnya. Dengan pilihan itu mengesankan penampilan wedges sebagai sneakers yang saat ini sedang populer digunakan oleh remaja, bahkan akhir-akhir ini merambah ke kalangan wanita dewasa. Meskipun pilihan ini tetap dipertahankan berdasarkan pertimbangan pasar, tetapi penampilan wedges sneakers memang berbeda dengan sneakers biasa.



Model Wedges Italia Trend 2016
Sentuhan garis horizontal warna pink membuat Wedges ini nampak stylish.

Selain itu Max Mara juga menampilkan Wedges yang didesain sangat sederhana dengan memberikan sentuhan warna berselang-seling pada platformnya yang tebal, tetapi tidak dilakukan seperti saat Ferragamo mendesain Rainbow wedges. Melainkan hanya dengan menggunakan dua warna secara horisontal sehingga memberikan efek visual menghilangkan kesan “ganjal kaki” yang menjadi kelemahan utama dari segi estetika pada platform wedges. Pemilihan warnanya yang tepat membuat Wedges ini tampil berbeda dan menjadi lebih elegan.


Model Wedges Italia Trend 2016
Warna garis pada platform, memberikan pilihan wedges yang berbeda

Hal menarik tentang The House of MaxMara sebagai salah satu rumah mode Italia yang dikenal sukses dalam bisnis ready-to-wear, meskipun merupakan perusahaan keluarga tetapi tidak ada salah satu anggota keluarga yang menjadi desainer. Karena itu perusahaan fashion ini melakukan kerja sama dengan para desainer terkenal seperti Luciano Soprani, Anne Marie Beretta, Jean-Charles de Castelbajac dan juga Karl Lagerfeld.


ANGELLIE'S FASHION

INSPIRASI GAUN PENGANTIN 2016

Gaun pengantin adalah pakaian yang dipakai oleh pengantin wanita pada upacara pernikahan. Warna dan design pada gaun pengantin bergantung pada agama dan budaya dari pasangan pernikahan. Pada budaya barat, pengantin wanita biasanya menggunakan gaun pengantin bewarna putih yang memiliki arti kesucian jiwa. Berikut ini ada kumpulan gaun pengantin yang bisa menjadi inspirasi anda untuk merancang desain gaun pengantin yang elegan, minimalis, modern, simple dan cantik.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz6ZqmimE_KsL7j-q6yjXEMIpbjlnfJ7gg78oExRS-JL7xWkwfjCbAUVVfUr9lAobpXjQgbkLdqFeae2d0RzYxpxLWv4_E3BGeqDhgl-8_MYVeHkDHGjAmfCy-hG8YUND_zhvrl2cWrFQ/s1600/11140048_906564322760685_7913250632965887787_n.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyvVu6_L4Nb-Chpy00OoAc4hvThcjG-qdS-K9Ub1lW8BZVDyVHzAjc4vDXmzXUm2HfP0V_K02t2i6SchSchuR2ER7hFvMXRbhKCEaxTfpi1ewSaltpn_VJRxT4NvRkDhS91wgZPZRNWC0/s1600/12313519_906564392760678_6676020546322373110_n.jpg



  Jenis Kain Untuk Membuat Gaun Pengantin 

Kain Chiffon
Jenis kain yang memiliki karakteristik tipis, ringan, dan transparan ini sangat sesuai jika digunakan untuk membuat layer-layer pada bagian bawah busana pengantin.Kesan melayang pada gaun ini sangat sesuai untuk pengantin dengan tubuh kurus hingga medium.
Kain Gaun Pengantin
Sumber : http://www.d-bestfashions.com

Kain Georgette
Georgette merupakan sejenis kain sutra crepe yang tipis dan ringan namun lebih berat jika dibandingkan bahan chiffon. Sebagai bahan utama dari gaun pengantin, kain georgette yang memiliki tekstur berbentuk kerutan pada permukaannya ini dapat dikombinasikan dengan bahan lain seperti sutra.
Kain Gaun Pengantin
Sumber : http://id.aliexpress.com/

Kain Satin
Kain Satin merupakan salah satu jenis kain yang terkesan mewah karena memiliki tekstur yang mengkilat dan lembut. Satin polos yang dikombinasikan dengan renda dan ornamen lain selalu bisa dikenakan untuk acara pesta maupun saat upacara pernikahan.
Kain Gaun Pengantin
Sumber : http://pusatkain.com

Kain Organza
Kain organza yang memiliki tekstur lembut dan berkuilau ini biasa digunakan untuk membuat gaun pengantin yang menggelembung pada bagian lengannya. Bentuk garis dan efek lipatan yang ditampilkan memberikan kesan indah dan menawan.
Kain Gaun Pengantin
Sumber : http://id.aliexpress.com/

Kain Taffeta
Kain taffeta merupakan kain yang ditenun dari sutra atau serat sintesis yang halus. Jenis kain ini sangat sesuai jika digunakan untuk membuat gaun dengan model rok penuh.
Kain Gaun Pengantin
Sumber : http://m.vemale.com

Kain Sutra Charmeuse
Bahan paling mewah dan elegan yang biasa digunakan untuk membuat busana pengantin yaitu berupa kain sutra charmeuse. Karakteristik kainnya yang sangat berkilau dan lembut mampu menarik perhatian dan menonjolkan setiap detail tubuh anda.
Kain Gaun Pengantin
Sumber : http://id.aliexpress.com/

Kain Tulle
Kain tulle  yang memiliki ciri khas seperti jaring pada permukaannya sangat mudah untuk dikenali. Kain tulle seniri terdiri atas berbagai macam warna dan jenis, mulai dari yang kaku hingga yang lembut. Ada pula kain tulle yang diberi tambahan aplikasi tertentu seperti glitter dan manik-manik.
Kain Gaun Pengantin
Kain Dupioni
Kain dupioni disebut juga sebagai rough thai sutra. Jenis kain ini memiliki karakteristik fisik yang agak kasar jika diraba, cenderung ringan dan hampir mirip dengan shantung. Bahan ini menjadi salah satu tren material yang mudah diaplikasikan sebagai gaun pengantin yang terkesan elegan. 
Kain Gaun Pengantin


dc1
DRESS CODE
Apa itu Dress Code? Dalam definisi yang ada dalam Kamus Mode Indonesia, Dress Code berarti aturan berbusana yang tertulis atau tidak tertulis yang diterapkan dalam acara tertentu.

Dengan kata lain:
Dress Code adalah instruksi mengenai pakaian yang harus dikenakan. Biasanya dicantumkan dalam suatu undangan. Entah Undangan meeting, Undangan Petemuan, atau undangan-undangan resmi lainnya. Hal ini dimaksudkan agar para undangan bisa menyesuaikan busana yang dikenakannya, dengan suasana dari acara tersebut, dan juga agar didapat nuansa yang diinginkan oleh sang penyelenggara Acara. Menghindari salah kostum.

Mengapa harus ada Dress Code?
Bila Anda suatu ketika diundang ke sebuah acara, dan Anda bingung hendak memakai kostum atau busana apa dalam menghadiri acara tersebut, maka biasanya pada undangan tersebut terdapat tulisan tentang tema busana yang harus Anda kenakan.

Biasanya, akan tertulis: batik, Casual, resmi, black tie, busana muslim, atau sesuai dengan keinginan si pengundang dan menyesuaikan dengan tema acara.
Jika acaranya berhubungan dengan etnis tertentu, misal tahun baru imlek, atau pernikahan dengan adat tertentu, maka biasanya para undangan pun diberikan dress code untuk memakai pakaian adat yang sesuai dengan acara itu.Atau tema Valentine, maka pengunjung biasanya diberi aturan berbusana merah muda.
Aturan berbusana itu bertujuan untuk memberikan kesan serasi antara suasana dan tema acara, dengan pengunjung yang memeriahkan acara.
Selain itu juga memudahkan bagi Anda yang diundang agar tidak bingung memilih busana yang sesuai, sebab sudah ditentukan oleh penyelenggara. Juga agar tidak terjadi saltum alias salah kostum.



Memahami Dress Code di Kartu Undangan
1. Batik/Tenun
Ini artinya para undangan diharapkan untuk berbusana batik/tenun.
Di lingkungan Angkatan Bersenjata pun juga ada jenis-jenis seragam yang bisa dikenakan untuk berbagai kesempatan. Ada seragam Dinas Lapangan, Resmi dan sebagainya (PDUP, PDL, PDSH, dan lain sebagainya)
2. Uniform
Kalau yang pertama (yaitu Uniform) … ini sudah jelas seragam untuk bekerja yang telah disediakan oleh perusahaan.
3. Pakaian lengkap/Pakaian Sipil Lengkap (PSL)
Pakaian lengkap terdiri atas pantaloon, jas, dan dasi. Pada pagi hari hendaknya tidak memakai warna hitam, tetapi warna light colour. Pada waktu upacara kenegaraan sebaiknya berpakaian jas resmi dan lengkap.
4. Formal
Undangan dengan dress code jenis ini hamper sama dengan black tie, Cuma lebih trendi. Contohnya kemeja hitam dilengkapi tuxedo tanpa dasi. Sedangkan yang wanita memakai pakaian malam (bisa gaun panjang atau pakaian malam yang terdiri dari panduan rok panjang/celana daengan blus
5. Semi Formal
Dress code semi formal untuk acara sore atau malam hari bisa berarti ketentuan memakai jas lengkap warna gelap untuk yang cowok dan gaun untuk yang wanita. Sedangkan untuk acara di pagi atau siang hari bisa berarti setelan jas (bisa warna terang) untuk yang cowok dan gaun pendek atau setelan untuk yang wanita.
6. Informal
Dress code jenis ini berarti sama dengan casual tapi jika acara tersebut diadakan untuk memperingati sesuatu (missal wedding anniversary ataupun acara social tertentu) sebaiknya memilih pakaian yang rapi. Untuk yang wanita bisa mencoba gaun pendek atau setelan rok dan blus. Yang pria bisa memakai kemeja batik atau kemeja biasa yang dimasukkan kedalam celana.

7. Dark suit
Pakaian dark suit dianggap pakaian resmi untuk budaya berbusana bangsa Indonesia. Pakaian jenis ini dapat digunakan untuk pakaian sehari-hari. Pada acara resmi kenegaraan di Indonesia banyak para pejabat kita yang memakai kemeja batik, yang penting sopan dan menarik.
8. Black Tie – Pakaian Sipil Dasi Hitam (PSDH)
Ini artinya undangan dengan format acara formal. Pakaian resmi (black tie) bagi para pria dianjurkan memakai tuxedo (jas bermodel panjang di bagian belakangnya). celana hitam, kemeja putih, dasi kupu-kupu hitam, kaos kaki hitam dan sepatu hitam.Untuk jenis acara seperti ini Sedangkan wanita, memakai gaun malam panjang Di Amerika Serikat dan negara-negara barat untuk beberapa musim dipakai black tie dan untuk musim terentu diwajibkan warna lainnya. Di Indonesia masalah pakaian resmi sangat fleksibel, sehingga tidak harus berjas resmi.
9. Black Tie Optional/Invited
Pada undangan dengan dress code jenis ini, yang pria boleh memakai tuxedo, boleh juga tidak. Yang perlu diperhatikan juga bahwa undangan dengan dress code black tie optional/invited ini format acaranya cukup formal. Alternatif lain bagi para pria yaitu jas lengkap berwarna gelap dilengkapi dengan dasi (jika tidak memakkai tuxedo). Sedangkan yang wanita memakai pakaian malam.
10. Creative Black Tie
Disini, baik pria maupun wanita bisa berkreasi dengan pakaian formal yang trendi. Yang pria bisa mengkreasikan tuxedo modern dengan kemeja tanpa dasi. Dan yang wanita bisa memakai rok atau gaun pendek bisa juga memakai pakaian malam.
11. White Tie
Artinya undangan dengan format acara ultra formal. Pria memakai jas lengkap dengan dasi putih, rompi dan kemeja. Sedangkan yang wanita, tetap dengan gaun malam panjang.
dc4 dc6 dc7
12. Cocktail Attire
Dress code jenis ini, berarti rok atau gaun pendek elegan untuk yang wanita, dan setelan jas warna gelap untuk yang pria.
13. Dressy Casual
Dress code jenis ini hamper mirip dengan business casual, yang artinya semua undangan boleh memakai pakaian bebas rapi (tapi tidak memakai jeans atau celana pendek)
14. Business casual
Artinya Business Casual adalah … pakaian yang biasa digunakan ketika Bisnis … sehingga mereka tetap mengenakan Pakaian Seragam kantor kami, ketika acara tersebut dihadirinya. Padahal yang dimaksudkan oleh panitia meeting, Business Casual adalah Pakaian Bebas Rapi (tanpa dasi, apalagi Jas). Jenis pakaian ini biasanya dipakai kalau kita sedang meeting / konferensi / training diluar kantor.
15. Smart Casual
Acara kasual yang sedikit resmi. Biasanya acara dengan dress code seperti ini adalah acara kantor atau yang berhubungan dengan bisnis atau akademi. Busana yang dikenakan: Busana yang kasual namun tetap resmi. Tampilan busana Anda harus mencerminkan Anda adalah seorang profesional, meskipun busana yang dikenakan terlihat lebih santai. Contoh busana adalah padanan rok dan turtle neck, celana khaki dengan blus lengan pendek dipadukan dengan kardigan atau jaket. Hindari memakai jeans!
16. Casual
Para undangan bebas memakai apa saja!
17. Casual Chic
Acara yang beragam, dari makan malam hingga acara kantor. Busana yang dikenakan: Busana yang menampilkan tampilan santai namun tetap sophisticated. Anda bisa mengenakan jeans warna gelap dengan blus satin yang feminin atau memadukan dress dengan sepatu sandal kasual. Santai dan berkelas!
dc3
dc8
18. Rapi
Anda cukup mengenakan high heels yang seksi dipadu dengan sepasangan atasan dan celana panjang. Penambahan sedikit aksesori dapat membuat penampilan Anda semakin rapi. Tapi, hindari pakaian yang biasa Anda gunakan sehari-hari untuk pergi club.
19. Warna
Salah satu dress code yang sering digunakan di acara party adalah bertema warna-warna tertentu, seperti pink, biru, dan sebagainya.
Meski begitu, Anda tak perlu mengenakan pakaian dan aksesori dengan warna sama dari ujung kepala hingga ujung kaki. Memakai rok berwarna pink atau belt berwarna pink akan terlihat lebih indah ketimbang Anda mengenakan warna yang sama untuk semua aksesori.
20. A Touch of….
Ini adalah kode busana yang mementingkan aksen sebagai dress codenya, misalkan A Touch of red, Anda dapat mengenakan busana warna merag, atau hanya aksesorisnya saja yg berwarna merah.Yang terpenting ada sentuhan warna tersebut.
 Note:
Bila Anda tidak memiliki busana sesuai Dress Code tersebut, Anda bisa menyewa dari beberapa tempat penyewaan busana pesta atau tempat-tempat yang khusus menyediakan busana sesuai Dress Code.